Strategi Penetapan Harga (Price)
Harga yang tepat adalah harga yang terjangkau dan paling efisien bagi konsumen. Menetapkan harga yang tepat harus mempertimbangkan berbagai faktor, tidak hanya intuisi atau perasaan. Faktor yang harus di pertimbangkan :
Lokasi Usaha
Flunktuasi musiman
Faktor psikologi pelanggan
Bunga kredit dan bentuk kredit
Sensitivitas harga pelanggan (elastisitas permintaan)
Yang juga menjadi faktor yang mempengaruhi :
1. menentukan harga dasar dan harga jual barang yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yg harus diperhatikan:
Biaya penjualan dan pembelian
Harga pesaing.
Bila pesaing menetapkan harga yang sama :
1. Menetapkan harga yang lebih rendah daripada harga pesaing (penetrasi pasar) menyamakan dengan harga pesaing dengan kualitas produk dan pelayanan yang berbeda.
Memberikan kualitas barang yang lebih baik dengan harga yang lebih tinggi.
2. Memberikan potongan harga yang bervariasi misalnya: potongan penjualan tunai, potongan penjualan dengan pembelian tunai, sistem diskon
3. Memberikan keringanan waktu pembayaran dengan tiga cara : sebagian dimuka, pembayaran di belakang, kredit.
1. Strategi penetrasi harga (price penetration) : adalah penetapam di bawah harga normal.
Agar produk yang dipasarkan berhasil dengan baik, maka produk baru hrs berusaha menekan pasar. Upaya promosi, penjualan khusus dan potongan harga dilakukan.
2. Harga di atas harga pasar (skimming price): penetapan harga di atas harga normal. Strategi ini digunakan bila memperkenalkan produk baru dimana sedikit pesaing.
Variasi: Sliding down demand curve : penetapan harga yang tinggi pada awal produk dan harga murah setelah ada kemajuan teknologi.
Strategi follow the leader pricing :mengamati kebiajakan harga pesaing
Teknik penentuan harga
1. Strategi Cost Plus Pricing
Harga jual=(Biaya TK+bahan baku+Overhead) + (Biaya penjualan dan administrasi )+ margin laba
PENENTUAN HARGA JUAL MODEL PULANG POKOK.
Laba= (Harga jual X jumlah produk) + (biaya variabel perunit X jumlah produk) + biaya tetap total dibagi jumlah yang diproduksi
BEP= Break even point
Titik impas dimana total pendapata (revenue) sama dengan total biaya yang dikeluarkan
Rumus :
TR= TC
P= harga (dalam rupiah)
Q= kuantitas (dalam unit)
TC= TVC + TFC
P (harga) xQ (quantitas) = (Biaya variabel/perunit X Q) + TFC
Rp 1000 XQ = ( Rp 150 X Q) + Rp 85000,-
1000 Q= 150 Q+ Rp 85000
1000Q-150Q= Rp 85000
850Q = Rp 85.000,-
Q= 100
Jadi produsen harus menjual sebanyak 100 unit agar terjadi BEP.
TR >TC= 1100X100 > 15000+85000
http://wirausahaumy.blogspot.com/2008/03/strategi-penetapan-harga-price.html
Lokasi Usaha
Flunktuasi musiman
Faktor psikologi pelanggan
Bunga kredit dan bentuk kredit
Sensitivitas harga pelanggan (elastisitas permintaan)
Yang juga menjadi faktor yang mempengaruhi :
1. menentukan harga dasar dan harga jual barang yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yg harus diperhatikan:
Biaya penjualan dan pembelian
Harga pesaing.
Bila pesaing menetapkan harga yang sama :
1. Menetapkan harga yang lebih rendah daripada harga pesaing (penetrasi pasar) menyamakan dengan harga pesaing dengan kualitas produk dan pelayanan yang berbeda.
Memberikan kualitas barang yang lebih baik dengan harga yang lebih tinggi.
2. Memberikan potongan harga yang bervariasi misalnya: potongan penjualan tunai, potongan penjualan dengan pembelian tunai, sistem diskon
3. Memberikan keringanan waktu pembayaran dengan tiga cara : sebagian dimuka, pembayaran di belakang, kredit.
1. Strategi penetrasi harga (price penetration) : adalah penetapam di bawah harga normal.
Agar produk yang dipasarkan berhasil dengan baik, maka produk baru hrs berusaha menekan pasar. Upaya promosi, penjualan khusus dan potongan harga dilakukan.
2. Harga di atas harga pasar (skimming price): penetapan harga di atas harga normal. Strategi ini digunakan bila memperkenalkan produk baru dimana sedikit pesaing.
Variasi: Sliding down demand curve : penetapan harga yang tinggi pada awal produk dan harga murah setelah ada kemajuan teknologi.
Strategi follow the leader pricing :mengamati kebiajakan harga pesaing
Teknik penentuan harga
1. Strategi Cost Plus Pricing
Harga jual=(Biaya TK+bahan baku+Overhead) + (Biaya penjualan dan administrasi )+ margin laba
PENENTUAN HARGA JUAL MODEL PULANG POKOK.
Laba= (Harga jual X jumlah produk) + (biaya variabel perunit X jumlah produk) + biaya tetap total dibagi jumlah yang diproduksi
BEP= Break even point
Titik impas dimana total pendapata (revenue) sama dengan total biaya yang dikeluarkan
Rumus :
TR= TC
P= harga (dalam rupiah)
Q= kuantitas (dalam unit)
TC= TVC + TFC
P (harga) xQ (quantitas) = (Biaya variabel/perunit X Q) + TFC
Rp 1000 XQ = ( Rp 150 X Q) + Rp 85000,-
1000 Q= 150 Q+ Rp 85000
1000Q-150Q= Rp 85000
850Q = Rp 85.000,-
Q= 100
Jadi produsen harus menjual sebanyak 100 unit agar terjadi BEP.
TR >TC= 1100X100 > 15000+85000
http://wirausahaumy.blogspot.com/2008/03/strategi-penetapan-harga-price.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar